POHUWATO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pohuwato resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 tahun 2026. Pencanangan kegiatan tersebut dilakukan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, di Bundaran Burung Maleo, Blok Plan Perkantoran Marisa, Minggu (08/11/2026).
Mengusung tema “Perempuan Berkarakter, Berkarya, dan Inspiratif Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan pencanangan turut dirangkaikan dengan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Prosesi pencanangan ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati Saipul A. Mbuinga bersama Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, sebagai simbol dimulainya seluruh agenda peringatan HUT ke-27 DWP Kabupaten Pohuwato.
Sejumlah unsur pemerintah daerah dan organisasi perempuan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD beserta jajaran, Ketua TP-PKK Pohuwato Sefi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Risnawati Adam Ali, serta pengurus DWP Unit OPD dan Kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul menegaskan bahwa DWP memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah, terutama dalam mendukung berbagai program pembangunan melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga.
Ia menginginkan organisasi perempuan di Kabupaten Pohuwato dapat membangun kolaborasi yang lebih luas, sehingga kontribusi terhadap pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kami berharap organisasi-organisasi kewanitaan tidak harus berdiri sendiri atau berjalan secara parsial dalam mendukung program pemerintah. Melalui Dharma Wanita Persatuan, kita dapat menghimpun seluruh organisasi perempuan untuk kembali bersatu, bergotong royong, dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah,”ungkapnya.
Selain mendorong sinergi organisasi perempuan, Bupati juga menyoroti peran keluarga dalam mendukung tugas para aparatur sipil negara (ASN). Ia secara khusus mengingatkan para istri pejabat agar turut memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Salah satu hal yang disampaikannya adalah pentingnya menjaga komunikasi agar para pejabat tetap mudah dihubungi ketika masyarakat membutuhkan pelayanan maupun menyampaikan aspirasi.
“Paling tidak, mengingatkan suami agar telepon genggamnya selalu aktif selama 1 x 24 jam. Ketika saya bersama Bapak Wakil Bupati menerima aspirasi langsung dari masyarakat, paling tidak handphone-nya selalu aktif. Ini merupakan salah satu bentuk peran dan dukungan para istri pejabat,”jelasnya.
Pada kesempatan itu, Saipul juga memaparkan sejumlah perkembangan pembangunan daerah, terutama terkait pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, Kabupaten Pohuwato berada di posisi keenam dari 10 besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Selain pertumbuhan ekonomi, masuknya sejumlah investor ke Pohuwato juga disebut memberikan dampak terhadap penurunan angka pengangguran. Sementara itu, persentase penduduk miskin berdasarkan data BPS yang dipaparkan Bupati tercatat turun menjadi 13,35 persen pada 2026.
Menurut Saipul, capaian pembangunan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan yang berperan melalui lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun organisasi kemasyarakatan.
Karena itu, ia berharap DWP bersama organisasi perempuan lainnya dapat terus mengambil bagian dalam mendukung pembangunan, terutama menjaga pertumbuhan ekonomi, menekan pengangguran, dan mengurangi angka kemiskinan.
Bupati juga mengingatkan agar tema HUT ke-27 DWP tidak berhenti sebatas slogan. Semangat perempuan yang berkarakter, berkarya, dan inspiratif diharapkan dapat diterjemahkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Iskandar Datau, menjelaskan bahwa pencanangan tersebut menjadi titik awal pelaksanaan seluruh agenda peringatan HUT ke-27 DWP tahun 2026. Pelaksanaannya mengacu pada petunjuk teknis dari DWP Pusat.
Dalam laporannya, Suriyati menyampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki makna penting mengenai kontribusi perempuan dalam membangun keluarga berkualitas, membentuk karakter generasi penerus, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.
Ia menambahkan, sejumlah program telah disiapkan dengan fokus pada pendidikan, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan anggota, kesehatan perempuan, kepedulian sosial, hingga pengembangan kreativitas dan ekonomi.
Melalui agenda tersebut, DWP Pohuwato ingin memperkuat kualitas kehidupan anggota beserta keluarganya, sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan awal, DWP Pohuwato juga menghadirkan program DWP Sehat yang diawali dengan senam Zumba dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Marisa.
“Dalam rangka memperingati HUT DWP ke-27, kita tidak hanya menyelenggarakan kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik dan bermakna. Hari ini kami melaksanakan kegiatan DWP Sehat melalui senam Zumba, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi oleh Puskesmas Marisa,”pungkasnya.
Pencanangan HUT ke-27 ini menjadi awal dari berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan DWP Kabupaten Pohuwato. Selain memperkuat solidaritas internal organisasi, rangkaian peringatan tersebut diharapkan mampu memperluas ruang pemberdayaan perempuan dan meningkatkan keterlibatan organisasi perempuan dalam pembangunan daerah.





















