POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus mengawal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, saat meninjau langsung progres pembangunan kawasan KNMP di Desa Torosiaje Jaya, Kecamatan Popayato, Rabu (4/11/2026), dalam agenda Gerbang Pohuwato SIAAP (GPS).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berbagai infrastruktur di kawasan tersebut berjalan sesuai perencanaan dan mampu menunjang kebutuhan aktivitas perikanan masyarakat.
Tidak sekadar memastikan ketersediaan fasilitas fisik, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan kawasan pesisir yang terintegrasi. Pengembangan KNMP diarahkan untuk memperkuat rantai usaha perikanan, mulai dari pendaratan hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi dan pemasaran.
Dalam peninjauan itu, Iwan S. Adam didampingi Sekretaris Daerah Pohuwato, Iskandar Datau, para asisten, Kepala Dinas Perikanan Refli Basir, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Danramil Popayato, Camat Popayato, jajaran Dinas Perikanan, serta Tim Ahli Bupati.
Diketahui, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dirancang untuk menata kawasan pesisir secara terpadu dari hulu hingga hilir. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perikanan melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas penunjang bagi masyarakat nelayan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan KNMP dibagi menjadi dua klaster, yakni klaster HUB sebagai kawasan utama dan klaster penyangga. Desa Torosiaje Jaya sendiri masuk dalam klaster HUB sehingga memperoleh dukungan pembangunan fasilitas secara lengkap.
Berbagai infrastruktur tengah dibangun untuk menunjang aktivitas nelayan. Fasilitas tersebut meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang beku portabel, pabrik es portabel, area parkir, kios perbekalan, kantor pengelola, jaringan distribusi air bersih dan sumur bor, penerangan kawasan, bangunan genset, jalan lingkungan dan saluran, penataan lanskap kawasan, perataan lahan, docking kapal, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat nelayan, terutama dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa penyimpanan ikan, serta memperlancar proses distribusi dan pemasaran. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, hasil produksi perikanan diharapkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Lebih jauh, pengembangan KNMP juga berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sumber protein hewani dari ikan, termasuk untuk menunjang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain memperkuat sektor perikanan, keberadaan kawasan ini diharapkan membuka peluang hilirisasi produk perikanan, menciptakan lapangan usaha baru, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Peluang tersebut juga mencakup keterlibatan perempuan dan istri nelayan dalam berbagai kegiatan usaha produktif.
Dengan berbagai fasilitas yang dibangun, penyelesaian proyek sesuai jadwal menjadi hal penting agar seluruh infrastruktur dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap keberadaan KNMP tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan memperbaiki penataan lingkungan permukiman pesisir, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan.
Melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Torosiaje Jaya, Kabupaten Pohuwato diharapkan memiliki kawasan perikanan yang lebih tertata, produktif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi salah satu penopang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.




















