Kota GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo mempertimbangkan pelebaran ruas Jalan HB Jassin sebagai salah satu solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Usulan tersebut disampaikan saat menerima reses anggota DPRD Provinsi Gorontalo di Ruang Pola Kantor Wali Kota Gorontalo, Senin (2/11/2026).
Menurut Adhan, Jalan HB Jassin merupakan salah satu jalur dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat. Karena itu, pelebaran jalan dinilai perlu dipertimbangkan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Ia berpandangan, pembangunan jalan layang (flyover) belum menjadi kebutuhan mendesak sehingga penanganan melalui pelebaran jalan dapat menjadi salah satu alternatif yang diprioritaskan.
“Saya hanya ingin menyarankan, tidak memaksakan, karena itu kewenangan Provinsi,” ucap Wali Kota Adhan.
Selain infrastruktur jalan, Adhan juga menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang melarang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berjualan di trotoar Jalan Andalas dan Jalan Hos Cokroaminoto.
Menurutnya, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berjualan di lokasi tersebut.
Ia menilai, keberadaan UMKM di kawasan trotoar bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga. Bahkan, ada mahasiswa yang membiayai kuliahnya dari hasil berjualan kopi di trotoar.
“Jangan larang UMKM berjualan di situ, karena itu penghidupan mereka. Ada mahasiswa yang bisa membayar uang kuliah dari hasil jualan kopi di trotoar,” ungkapnya.
Adhan juga berpendapat, aktivitas UMKM pada malam hari tidak terlalu mengganggu fungsi trotoar karena kawasan tersebut relatif jarang digunakan pejalan kaki pada waktu tersebut.
Sebaliknya, kehadiran para pelaku UMKM justru dinilai mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ia mengaitkan perkembangan usaha kecil tersebut dengan pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo.
“Baru enam bulan saya jadi wali kota, ekonomi daerah naik sekitar dua persen yang kontribusi utamanya dari UMKM,” ungkap Adhan.
Lebih jauh, ia menyebut aktivitas UMKM yang melibatkan banyak anak muda turut memberikan dampak sosial. Dengan adanya tempat berkumpul dan kegiatan ekonomi pada malam hari, anak-anak muda memiliki alternatif aktivitas positif dibandingkan terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengarah pada tindakan negatif.
Wali Kota Adhan bahkan menyebut angka kriminalitas mengalami penurunan seiring semakin hidupnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Untuk itu, ia berharap penataan kawasan perkotaan tidak hanya berorientasi pada ketertiban dan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil serta dampak sosial dari aktivitas UMKM.





















