Pohuwato – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menegaskan bahwa berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat Popayato Serumpun tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan seluruh kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah perbatasan Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Aktivitas tersebut dinilai memberikan dampak yang turut dirasakan masyarakat di wilayah Popayato.
Selain persoalan pertambangan, penanganan sedimentasi di bendungan juga menjadi salah satu aspirasi yang mendapat perhatian. Terkait hal itu, Saipul menyampaikan bahwa pihak balai telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,9 miliar untuk penanganan sedimentasi. Bahkan, pekerjaan tersebut saat ini telah memasuki tahap kontrak.
“Alhamdulillah, sudah ada anggaran sebesar Rp2,9 miliar untuk penanganan sedimen yang ada di bendungan dan saat ini sudah berkontrak. Kalau sudah berkontrak, berarti dalam waktu dekat pekerjaan tersebut akan segera dilaksanakan,” tuturnya.
Kegiatan forum kemudian ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh Bupati Saipul A. Mbuinga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal aspirasi masyarakat serta memperjuangkan pemerataan pembangunan di wilayah Popayato Serumpun.
Bupati menyambut baik komitmen forum yang berencana melaksanakan evaluasi setiap tiga bulan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah.
“Pakta integritas ini akan saya tandatangani. Berikan kesempatan kepada kami untuk terus berjuang ke pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran. Kemudian evaluasi setiap tiga bulan tentu sangat kami apresiasi. Pemerintah sangat mendukung, dan insyaallah kita terus dipertemukan pada kegiatan yang baik ini. Semoga ke depan anggaran kembali normal dan apa yang menjadi keluhan serta pemerataan pembangunan dapat terwujud,” tutup Saipul.
Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat terus terjalin, sehingga berbagai aspirasi pembangunan di wilayah Popayato Serumpun dapat diperjuangkan dan direalisasikan secara bertahap.




















