Pohuwato(sindikat.id) Salah satu Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Desa Siduwonge, Kecamatan Randangan, diresmikan oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Camat Randangan, Saharudin Saleh, pada Rabu (06/05/2026).
Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita serta peninjauan langsung sejumlah ruangan pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul menjelaskan bahwa setelah pembangunan Pustu selesai, hal yang paling penting adalah pemanfaatan fasilitas tersebut serta kesiapan tenaga kesehatan yang akan ditempatkan.
Menurutnya, keberadaan Pustu harus didukung sumber daya manusia (SDM) yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Setelah bangunan ini selesai dibangun, yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana pemanfaatannya, termasuk penempatan tenaga kesehatan. Apalagi saat ini sudah ada bangunan serupa di tujuh desa pada kecamatan yang berbeda. Keberadaan Pustu tentu harus didukung oleh SDM yang memadai,”ujar Saipul.
Di sisi lain, Bupati juga mengungkapkan bahwa pada pekan depan, tepatnya tanggal 12 Mei 2026, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kabupaten Pohuwato dalam rangka peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
“Insyaallah kedatangan Wamenkes dapat memudahkan kita untuk memperoleh dukungan anggaran, baik untuk pembangunan fasilitas kesehatan maupun pengadaan alat kesehatan bagi 2 rumah sakit, 16 puskesmas, termasuk beberapa Pustu,”harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pohuwato, Fidi Mustafa, menjelaskan bahwa pembangunan dan penguatan fungsi Pustu merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Kesehatan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa.
Ia mengatakan, pelayanan kesehatan yang sebelumnya dikenal dengan istilah Polindes dan Poskesdes kini telah dilebur menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu). Jika sebelumnya Poskesdes hanya melayani masyarakat melalui bidan desa, kini pelayanan dasar diperluas melalui pendekatan integrasi layanan primer.
“Melalui Pustu, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan oleh bidan, tetapi juga melibatkan tenaga perawat dan dokter yang dapat melakukan praktik pelayanan di desa. Mulai dari pelayanan balita hingga lanjut usia semuanya bisa dilayani di sini,”jelas Fidi.
Fidi menambahkan, Pustu dapat dimanfaatkan setiap hari oleh masyarakat. Nantinya, pihak puskesmas akan menempatkan tenaga kesehatan sekaligus mengatur jadwal pelayanan rutin di Pustu tersebut.
Menurutnya, keberadaan Pustu juga sangat penting untuk mendukung pemantauan kesehatan masyarakat di setiap desa, sehingga berbagai kasus kesehatan seperti hipertensi maupun penyakit lainnya dapat terdeteksi lebih dini.
“Setiap individu di desa harus mendapatkan pelayanan kesehatan. Itu merupakan program Kementerian Kesehatan yang kami tindak lanjuti di daerah,”terangnya.
Lebih lanjut, Fidi mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Pohuwato saat ini juga telah mengusulkan pembangunan 25 Pustu baru untuk tahun 2027, termasuk pengadaan ambulans bagi puskesmas.
“Kami berharap usulan ini dapat terakomodir, mengingat sebagian besar ambulans di puskesmas sudah berusia tua dan tidak layak lagi beroperasi. Karena itu kami terus mengawal usulan tersebut ke pemerintah pusat,”tambahnya.
Menanggapi pertanyaan Camat Randangan terkait operasional pelayanan, Fidi menegaskan bahwa setelah diresmikan, Pustu Desa Siduwonge sudah dapat langsung digunakan tanpa memerlukan izin operasional tambahan karena berada dalam jejaring puskesmas.
“Tinggal pihak puskesmas menerbitkan surat keputusan tentang siapa yang bertanggung jawab di Pustu ini serta mengatur jadwal pelayanan rutin. Ini pada dasarnya hanya perubahan dari sistem Poskesdes menjadi Pustu dengan peningkatan layanan,”pungkasnya





















