
Foto : Humas Deprov
Kabarsindikat.id (Deprov) – Pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu kembali menjadi perhatian lintas pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, DPRD dan para pihak terkait didorong tidak lagi melihat persoalan konektivitas wilayah tersebut sebatas agenda pertemuan, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah pembangunan yang konkret, terukur dan berkelanjutan.
Hal itu mengemuka dalam Forum Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Tulabolo–Pinogu dengan tema “Membangun Ekosistem Kolaborasi Lestari untuk Percepatan Pembangunan Akses Jalan Tulabolo–Pinogu”, yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango di Hotel Aston Kota Gorontalo, Senin (24/8/2026).
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo yang diwakili Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Yeyen Saptiani Sidiki, turut menghadiri forum tersebut.
Forum ini diposisikan sebagai ruang strategis untuk mempertemukan berbagai perspektif, kepentingan, kewenangan dan sumber daya dari masing-masing pihak guna merumuskan langkah nyata mempercepat pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu.
Namun, persoalan jalan Tulabolo–Pinogu tidak semestinya berhenti pada forum koordinasi dan pernyataan komitmen. Kebutuhan masyarakat Pinogu terhadap akses transportasi yang layak telah menjadi persoalan yang berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi barang, pelayanan dasar dan konektivitas kawasan.
Karena itu, pembangunan jalan tersebut harus ditempatkan sebagai agenda pembangunan strategis, bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
Yeyen Saptiani Sidiki menegaskan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, masing-masing pihak harus mampu menerjemahkan kewenangannya menjadi kontribusi nyata.
“Jangan sampai forum menghasilkan dokumen komitmen, tetapi tidak diikuti dengan kejelasan siapa melakukan apa, kapan dilaksanakan dan dari mana sumber pembiayaannya” ungkapnya.
Ia menilai konektivitas Tulabolo–Pinogu memiliki arti strategis karena menyangkut keterhubungan masyarakat dengan pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya.
“Forum ini harus menjadi ruang untuk menyatukan perspektif, kepentingan, kewenangan dan sumber daya. Yang terpenting, hasilnya harus menghasilkan langkah nyata untuk mempercepat pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu,” ujar Yeyen.


















